Selasa, 16 Juli 2013

HUKUM MEMBACA ALQURAN UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL

Membaca Al-Qur'an untuk orang meninggal

Ada perbedaan pendapat tentang hukum membacakan alquran untuk orang yang telah meninggal,
Pendapat pertama : Imam Ahmad bin Hambal , Imam Hanafi, dan Maliki dari para mutaakhirin mangatakan bahwa membaca Al-Qur'an untuk orang yang telah meninggal pahalanya akan sampai. Bahkan Imam Bahuti mengatakan terdapat ijma' dari para ulama berdasarkan nash-nash yang menunjukan akan hal itu. Dalil mereka kalau membaca Al-Quran akan sampai kepada orang meninggal adalah Qiyas (analogi) dari sedekah, haji dan puasa, disebutkan dalam hadis bahwa bersedekah, haji dan puasa untuk orang meninggal pahalanya akan sampai. Dalam sebuah hadis ditrerangkan :

 اِنَّ اُمِّى اُفْتٌلِيَتْ (ماَتَتْ فُجْأَةً) وَاَرَاهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ, فَهَلْ َلَهَا اَجْرٌ اِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ : نَعَمْ - متفق عليه

"Sesungguhnya ibu saya telah meninggal, dan saya mengetahui kalau seandainya dia berbicara pasti dia akan bersedekah, maka apakah dia akan mendapatkan pahala jika saya bersedekah untuknya? Rasul berkata: Iya" (Muttafaq 'Alaih)

Hadis diatas menerangkan bahwa sedekah untuk orang yang telah meninggal akan sampai pahalanya. Maka dikiaskan bahwa membaca Al-Qur'an untuk orang yang telah meninggal akan sampai pahalanya.  Kemudian ada lagi sebuah hadis yang menyatakan:

اِقْرَؤُا يس عَلَى مَوْتكُمْ

"Bacakan YaSin untuk orang yang meninggal.."
akan tetapi derajat hadis ini Dhoif (lemah) dan sanadnya Mutdarib.

Pendapat kedua : Imam Syafi'i mengatakan bahwa membacakan untuk orang yang telah meninggal pahalanya tidak akan sampai, dengan mengambil dalil dari surat An Najm ayat 39:

 وَلَيْسَ لِلاِنْسَانِ الاَّ ماَ سَعَى

"Tidaklah menusia itu mendapatkan kecuali atas apa yang ia usahakan" (QS An Najm:39)
Maka si mayit tidaklah akan mendapatkan pahalanya karena itu bukan amalan si mayit. Kecuali puasa, sedekah dan haji, itu karena terdapat dalil tersendiri yang menerangkannya. 

Rasulullah SAW adalah seorang yang paling sayang kepada umatnya, namun kenapa beliau tidak pernah mengajarkan untuk mengajarkan membacakan alquran untuk umatnya yang telah meninggal?? Jika membacakan AlQuran untuk orang yang telah meninggal adalah sebuah amal kebaikan dan mampu menolong / memberikan manfaat kepada si Mayit, pastilah Rasulullah mengajarkannya kepada umatnya. 
Suatu malam Rasulullah pernah diperintahkan untuk berziarah kubur, kemudian diikuti oleh Aisyah dari belakang, namun Aisyah sama sekali tidak mendengar Rasulullah membacakan AlQuran. Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasul, apakah yang harus saya baca ketika berziarah kubur? Rasul berkata: katakanlah Assalamu'alaikum Yaa Ahla Diyar".
Tidak pernah Rasul mengajarkan untuk membacakan AlQuran untuk orang yang telah meninggal, adapun jika ada yang berdalil bahwa membacakan AlQuran untuk orang meninggal Qiyas dari sedekah, haji dan puasa, itu adalah salah. Karena IBADAH terbatas padanya Nash, dan tidak berlaku untuk Qiyas atau Ro'yu.
Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ اَمْرُناَ فَهُوَ رَدٌّ

"Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahku atasnya, maka amalan itu tertolak (tidak diterima amalnya)"


keywords:
membaca alquran untuk orang mati, hukum membaca alquran untuk orang yang telah meninggal, hukum baca yasinan untuk orang meninggal, hukum yasinan, membaca alquran untuk mayit, apakah pahala membacakan alquran untuk orang meninggal akan sampai, tidak akan sampai pahala bacaan alquran untuk orang yang telah meninggal.HUKUM MEMBACA ALQURAN UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL

0 komentar:

Posting Komentar