Senin, 29 April 2013

Hukum Bekerjasama Dengan Orang Non Muslim Atau Orang Asing

Bagaimana pandangan islam terhadap orang yang bekerjasama dengan pihak asing untuk tujuan melawan kepentingan islam?

     Umat yang beriman harus saling membantu, dengan syarat bahwa kerjasama ini berdasarkan kepentingan yang sehat dan jauh dari campuran tangan asing.
    
     Pedoman kita, dalam hal ini adalah firman-Nya: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya."(QS al-Maidah:2). Ayat tersebut tidak menuntuk kerjasama secara mutlak, tetapi ia mengikat kerjasama yang berdasarkan kebaikan dan ketakwaan. Al-Birr berarti memperluas (memperbanyak) perbuatan baik, sedangkan at-taqwa berarti menghindari hal-hal yang membahayakan manusia, baik dalam agama maupun dunianya.

     Kerja sama yang digerakan oleh musuh asing yang bertujuan untuk memecah belah tidak dianggap sebagai kerja sama dalam bidang kebaikan dan ketaqwaan. Oleh karena itu, ayat tersebut melarang kerja sama dalam kemaksiatan dan kerja sama dalam permusuhan. Yang dimaksud permusuhan adalah melanggar batas-batas syariat dan keluar dari keadilan.

     Mendukung orang-orang asing (musuh-musuh kaum muslimin) adalah termasuk dosa besar. Dan termasuk permusuhan adalah membantu orang-orang kafir untuk menentang kepentingan kaum muslimin. Oleh karena itu, Allah memperingatkan dan mengancam orang-orang yang keluar dari jalan Tuhannya. Ayat tersebut menetapkan bahwa Allah mempunyai siksaan yang dahsyat bagi orang yang bekerja sama dalam kemaksiatan dan permusuhan.

     Allah SWT telah menetapkan bidang kerjasama yang sehat bagi kita. Dia mengingatkan kita agar kerja sama ini bersih dan jauh dari campur tangan imperialis atau pengaruh asing. Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain." (QS at-Taubah: 71) Jika terdapat kerja sama diantara mereka, maka harus benar-benar menguntungkan kedua belah pihak, dan hendaklah tidak disertai dengan tujuan dan ambisi-ambisi tertentu. Hendaklah kerjasama itu benar-benar mencapai ridha Allah, agama dan bangsa. Hendaklah kerja sama itu terjalin dengan orang-orang yang memperhatikan petunjuk Allah dalam tindakan mereka, yang mereka tidak berlaku sewenang-wenang dalam menghukum manusia dan tidak menginjak-injak hak mereka, tetapi mereka mempunyai tekad yang kuat untuk mendirikan keadilan, persaudaraan, dan musyawarah. Mereka adalah orang-orang yang tidak menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk memeras, tetapi sebagai kewajiban dan tugas yang harus dilaksanakan dengan baik. Mereka tidak mengikat diri mereka dengan belenggu imperialis, tetapi mereka membebaskan diri mereka dana negeri mereka dari kelaliman dan kebohongan. Mereka berhasil mewujudkan kebebasan dan kemuliaan bagi diri mereka dan saudara-saudara mereka. Allah berfirman: "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-oramg yang beriman." (QS Ali Imran: 139) dan Dia juga berfirman: "Kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik tidak mengetahui." (QS alMunafiqun: 8) Rasulullah pun bersabda: "Kaum muslimin darah mereka sama. Mereka harus tolong menolong di antara mereka.

     Jadi islam sama sekali tidak menghargai orang-orang yang sok berjuang atas namanya atau atas nama pengikutnya, namun pada saat yang sama mereka berbuat aniaya kepada kaum muslimin dan mencuri harta mereka serta menginjak-injak hak mereka. Mereka menjadikan umat becerai berai. Sekelompok kecil darinya merasakan berbagai kenikmatan, sedangkan kelompok besar darinya hidup dalam kefakiran, kekurangan, kebodohan dan peyakit.


info terbaru : anekahosting.com, jasa web hosting berkualitas dengan harga terjangkau. klik DISINI untuk informasinya.


keywords:
Hukum bekerja sama dengan orang kafir, bekerja kepada orang kafir, kerja dengan orang non Muslim, hukum kerja sama dengan orang selain islam, kerjasama dengan orang kafir

0 komentar:

Posting Komentar