Membaca AlQuran Untuk Mayat

Pendapat yang paling Kuat menyatakan bahwa membaca alquran untuk orang yang telah minggal adalah bid'ah dan pahalanya tidak akan sampai kepada si mayit.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 29 April 2013

Hukum Bekerjasama Dengan Orang Non Muslim Atau Orang Asing

Bagaimana pandangan islam terhadap orang yang bekerjasama dengan pihak asing untuk tujuan melawan kepentingan islam?

     Umat yang beriman harus saling membantu, dengan syarat bahwa kerjasama ini berdasarkan kepentingan yang sehat dan jauh dari campuran tangan asing.
    
     Pedoman kita, dalam hal ini adalah firman-Nya: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya."(QS al-Maidah:2). Ayat tersebut tidak menuntuk kerjasama secara mutlak, tetapi ia mengikat kerjasama yang berdasarkan kebaikan dan ketakwaan. Al-Birr berarti memperluas (memperbanyak) perbuatan baik, sedangkan at-taqwa berarti menghindari hal-hal yang membahayakan manusia, baik dalam agama maupun dunianya.

     Kerja sama yang digerakan oleh musuh asing yang bertujuan untuk memecah belah tidak dianggap sebagai kerja sama dalam bidang kebaikan dan ketaqwaan. Oleh karena itu, ayat tersebut melarang kerja sama dalam kemaksiatan dan kerja sama dalam permusuhan. Yang dimaksud permusuhan adalah melanggar batas-batas syariat dan keluar dari keadilan.

     Mendukung orang-orang asing (musuh-musuh kaum muslimin) adalah termasuk dosa besar. Dan termasuk permusuhan adalah membantu orang-orang kafir untuk menentang kepentingan kaum muslimin. Oleh karena itu, Allah memperingatkan dan mengancam orang-orang yang keluar dari jalan Tuhannya. Ayat tersebut menetapkan bahwa Allah mempunyai siksaan yang dahsyat bagi orang yang bekerja sama dalam kemaksiatan dan permusuhan.

     Allah SWT telah menetapkan bidang kerjasama yang sehat bagi kita. Dia mengingatkan kita agar kerja sama ini bersih dan jauh dari campur tangan imperialis atau pengaruh asing. Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain." (QS at-Taubah: 71) Jika terdapat kerja sama diantara mereka, maka harus benar-benar menguntungkan kedua belah pihak, dan hendaklah tidak disertai dengan tujuan dan ambisi-ambisi tertentu. Hendaklah kerjasama itu benar-benar mencapai ridha Allah, agama dan bangsa. Hendaklah kerja sama itu terjalin dengan orang-orang yang memperhatikan petunjuk Allah dalam tindakan mereka, yang mereka tidak berlaku sewenang-wenang dalam menghukum manusia dan tidak menginjak-injak hak mereka, tetapi mereka mempunyai tekad yang kuat untuk mendirikan keadilan, persaudaraan, dan musyawarah. Mereka adalah orang-orang yang tidak menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk memeras, tetapi sebagai kewajiban dan tugas yang harus dilaksanakan dengan baik. Mereka tidak mengikat diri mereka dengan belenggu imperialis, tetapi mereka membebaskan diri mereka dana negeri mereka dari kelaliman dan kebohongan. Mereka berhasil mewujudkan kebebasan dan kemuliaan bagi diri mereka dan saudara-saudara mereka. Allah berfirman: "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-oramg yang beriman." (QS Ali Imran: 139) dan Dia juga berfirman: "Kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik tidak mengetahui." (QS alMunafiqun: 8) Rasulullah pun bersabda: "Kaum muslimin darah mereka sama. Mereka harus tolong menolong di antara mereka.

     Jadi islam sama sekali tidak menghargai orang-orang yang sok berjuang atas namanya atau atas nama pengikutnya, namun pada saat yang sama mereka berbuat aniaya kepada kaum muslimin dan mencuri harta mereka serta menginjak-injak hak mereka. Mereka menjadikan umat becerai berai. Sekelompok kecil darinya merasakan berbagai kenikmatan, sedangkan kelompok besar darinya hidup dalam kefakiran, kekurangan, kebodohan dan peyakit.


info terbaru : anekahosting.com, jasa web hosting berkualitas dengan harga terjangkau. klik DISINI untuk informasinya.


keywords:
Hukum bekerja sama dengan orang kafir, bekerja kepada orang kafir, kerja dengan orang non Muslim, hukum kerja sama dengan orang selain islam, kerjasama dengan orang kafir

Jumat, 05 April 2013

Shalat Qadha

Apakah seorang muslim diperbolehkan meng-Qodho' (mengganti) shalat yang ditinggalkannya?



      Shalat merupakan kewajiban islami bagi setiap Muslim yang mukallaf, dan alQuran mengatakan , "Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman" (QS an-Nisa : 103) yang suatu kewajiban yang dibebankan kepada setiap mukkalf, yang ditentukan waktunya, dalam alQuran juga dikatakan, "Peliharalah shalat," (QS alBaqarah : 238)

     jika seorang muslim meninggalkan satu shalat fardhu atau lebih, maka ia harus menggantinya (meng-Qodo'nya) secara tertib, jika shalat itu tidak lebih dari lima shalat. Apabila lebih dari itu maka tidak diharuskan dikerjakan secara tertib. Jika seorang mengetahui jumlah raka'at yang ditinggalkannya, maka ia harus meng-Qodo'nya secara penuh, namun jika ia telah lupa berapa jumlah raka'at yang telah ia tinggalkan, maka ia harus meng-Qodo'nya sampai timbul rasa mantap (yakin) dalam hatinya bahwa ia telah meng-qodo shalat yang telah ia tinggalkan. Ia harus mengecek hal itu semampunya jika ia tidak dapat mengetahui secara tepat berapa banyak shalat yang telah ia tinggalkan.

     Dengan demikian, maka ia tidak akan terkena hukuman meninggalkan shalat, namun ia tetap terkena dosa mengakhirkan shalat dari waktunya. Dan ia dapat menghindari dosa ini dengan bertobaat dan meminta ampun kepada Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

     Bisa saja seorang yang meninggalkan shalat dalam waktu yang lama, enam bulan misalnya, mulai meng-Qodho shalat yang ditinggalkannya itu dengan cara ia membarengkannya dengan shalat fardhu. Misalnya ia melakukan shalat subuh yang ditinggalkannya bersama shalat subuh yang harus ia lakukan saat ini. Atau ia melakukan shalat Zuhur bersama shalat zuhur yang wajib dikerjakannya saat itu. Dan ia juga boleh mengerjakan shalat-shalat qodho'nya pada saat biasa melaksanakan shalat-shalat sunnah yang menyertaai shalat fardhu, setelah sempurna shalat qodho'nya, maaka ia kembali mengerjakan shalat-shalat sunnah.


Informasi : Ingin membuat website. DISINI tempatnya....


keywords:
mengqhodo shalat, mengganti shalat yang ditinggalkan, shalat Qhodo', jika meninggalkan shalat, mengganti (meng-Qodho) shalat, bolehkan mengganti shalat yang ditinggalkan, bagaimana meng qodho' atau mengganti shalat, mengganti shalat, mengQODHO shalat.