Selasa, 06 November 2012

Memutus Shalat Dan Sebab-Sebab Yang Membolehkannya

     Shalat mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dan mulia, mengingat shalat merupakan munajat seorang hamba kepada Tuhannya. Oleh karena itu, membatalkan shalat tanpa udzur/sebab merupakan tindakan haram, akan tetapi jika terdapat udzur maka tidak haram hukumnya membatalkan shalat. Bahkan jika udzur tersebut harus dilakukan maka membatalkan shalat menjadi wajib, misalnya membatalkan shalat untuk mengeluarkan mushaf yang tegeletak ditempat najis, atau menyelamatkan orang buta yang akan terjatuh kedalam lubang, atau menyelamatkan harta benda yang dikhawatirkan kalau ditinggal akan hancur dan rusak.

     Diperbolehkan juga membatalkan shalat sunnah untuk mengikuti shalat jenazah. Bagi wanita, ia diperbolehkan membatalkan shalat sunnahnya untuk memenuhi hak suaminya. Karena kedua tindakan tersebut adalah keluar dari perbuatan sunnahuntuk melakukan suatu perbuatan  yang wajib. Disunnahkan pula membatalkan shalat fardu karena mendapatkan shalat jamaah. Menurut pendapat kalangan ulama mazhab Hanafi dan Asy-Syafi'i, ketika seorang melaksanakan shalat fardu sendirian, kemudian ada seorang imam melakukan takbiratul ihram ditempat ia melaksanakan shalat dan saat itu ia belum melaksanakan sujud rakaat pertama, maka ia disunnahkan memutus shalat dengan melakukan salam kemudian mengikuti jamaah untuk mendaatkan keutamaan jamaah.

     Ini adalah pendapat yang dikatakan oleh kalangan ulama mazab Hanafi, sedangkan kalangan ulama madzab Syafi'i berpendapat bahwa orang tersebut disunnahkan untuk menyempurnakan shalat yang sudah diniati dengan melakukan shalat dua rakaat. Hal ini jika tidak takut ketinggalan jamaah, dan dua rakaan tersebut dianggap shalat sunnah, kemudian baru setelah itu mengikuti jamaah. Akan tetapi jika takut ketinggalan jamaah, maka ia disunnahkan memutus apa yang  telah diniati dan langsung mengikuti jamaah. Menurut kalangan ulama madzab Hanbali, ia boleh langsung mengikuti jamaah tanpa harus memutus shalatnya.

0 komentar:

Posting Komentar