Senin, 19 November 2012

HAL-HAL YANG DIMAKRUHKAN DALAM SHALAT BERJAMAAN

     Jika imam melanggar ketentuan yang telah di syariatkan dalam shalat, seperti cara berdirinya imam di dalam shaff, dimana ia berdiri dia antara dua orang atau lebih, ini dimakruhkan tetapi shalatnya sah, begitu pula shalat diantara tiang penyangga. Hal ini didasarkan pada penuturan Annas: "Kami menghindari shalat diantara tiang-tiang (HR Abu Daud, Attirmidzi, dan An-Nasai). Dan berdasarkan hadis Muawiyah bin Qurrah dari ayahnya ia becerita: "Kami dilarang berbaris diantara sawari pada masa hidup Rasulullah SAW dan kami benar-benar di usir dari sana (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah, Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

     Pendapat yang paling rajih adalah bahwa makruh hukumnya bagi ma'mum jika itu membuat terputusnya shaff dan tidak makruh bagi selain mereka. Hadis Muawiyah di atas mengenai larangan berbaris diantara sawari secara implisit menunjukan ketidakmakruhan  bagi selain ma'mum. Ini adalah pendapat kalangan Madzhab Syafi'i dan Hambali, dan didukung dengan tindakan Rasulullah yang di teragkan dalam hadis narasi Ibnu Umar bahwasnya ketika memasuki ka'bah Nabi SAW shalat diantara dua tiang (HR Bukori dan Muslim).

     Hal-hal lain yang dimakruhkan dalam shalat berjamaah adalah sebagi berikut:

  1. Posisi imam lebih tinggi dari ma'mum. Berdasarkan hadis narasi Hammam, ia bercerita: Hudzaifah mengimami kami shalat diatas tempat duduk panjang yang tinggi, lalu sujud diatasnya. Abu Mas'ud menariknya dan Hudzaifah menurutinya. Seusai shalat, Abu Mas'ud berkata, "Bukankah ini dilarang?" Hudzaifah menjawab, "Bukankah sudah kau lihat aku menurutimu?" (HR Abu Daud, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Hakim dengan sanad shahih). Kecuali jika ada maksud memberikan pengajaran, sebagaimana keterangan dalam hadis Sahl bin Sa'ad As-Sa'idi, ia bercerita, "Aku melihat Rasul duduk diatas mimbar pada hari pertama mimbar itu diletakan. Sambil berdiri diatas mimbar, beliau bertakbir, kemudian ruku', kemudian turun dengan posisi mundur, dan sujud dipangkal mimbar, kemudian kembali. Usai itu, beliau menghadap ke arah orang-orang dan bersabda, "Wahai manusia, sesunggunya aku melakukan ini agar kalian mengikutiku dan mengetahui shalatku." (HR Al-Bukhori).
  2. Ma'mum berdiri sendiri di belakang shaff.

0 komentar:

Posting Komentar