Membaca AlQuran Untuk Mayat

Pendapat yang paling Kuat menyatakan bahwa membaca alquran untuk orang yang telah minggal adalah bid'ah dan pahalanya tidak akan sampai kepada si mayit.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 16 Juli 2014

SEBAB HATI MENJADI KERAS

Ada satu doa yang Rasulullah sering lantunkan, yaitu doa perlindungan dari 4 perkara. Rasul senantiasa meminta perlindungan dari 4 kara ini. 4 perkara itu adalah :
1.    Ilmu yang tidak bermanfaat
2.    Hati yang tidak bisa khusu’
3.    Jiwa yang tidak pernah kenyang
4.    Doa yang tidak dikabulkan

Yang akan menjadi pokok bahasan kita pada kali ini adalah pada nomor 2, Rasul meminta perlindungan dari hati yang tidak bisa khusu’. Pertanyaanya adalah, kenapa hati itu tidak bisa khusu’?
Hati yang tidak bisa khusu’ adalah hati yang Keras. Allah memisalkan hati yang keras adalah seperti batu :
§NèO ôM|¡s% Nä3ç/qè=è% .`ÏiB Ï÷èt/ šÏ9ºsŒ }Îgsù Íou$yÚÏtø:$$x. ÷rr& x©r& Zouqó¡s% 4 ¨
kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.

Kenapa batu? Kenapa bukan Besi atau baja?
Kara besi ataupun baja kalau di panaskan dengan api masih bisa lumer, sementara batu tidak.
Pertanyaan selanjutnya adalah kenapa hati itu bisa menjadi keras?
Pendapat Ulama, sebab hati menjadi keras adalah karena Maksiat. Rasulullah S.A.W Bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “sesungguhnya apabila seorang hamba itu berbuat kesalahan (dosa), (maka) akan terdapat sebuah titik hitam di hatinya. Apabila dia brhenti, istighfar, dan bertaubat, (maka) hatinya menjadi bersih, namun jika dia mengulanginya kembali, (maka) akan bertambahlah (titik hitam) sampai menutupi hatinya” HR. At-Tirmidzi.

Jadi setiap kali anak Adam berbuat satu dosa, maka akan di tambahkan titik hitam ke dalam hatinya, dan hanya akan bisa terhapus jika ia bertaubat.
Ada sebuah kisah di zaman Rasul :

Dahulu kala Rasul pernah mengatakan kepada para sahabat, si fulan adalah Ahli surga, Rasul mengatakan itu berturut-turut selama 3 hari. Kemudian Abdullah bin Amr bin Auf mengunjungi Umah si fulan tadi kara penasaran yang bergejolak di dalam jiwanya. Sekiranya, amal apakah yang membuat si fulan dikatakan oleh Rasul sebagai Ahli Surga selama 3 hari berturut-turut. Abdullah menginap selama 3 hari dan 3 malam, namun tidak mendapatkan sedikitpun amalan khusus yang di perbuat oleh si fulan. Pada akhirnya diapun menanyakan kepada sifulan, dia berkata bahwa kedatangan ke rumahnya tidaklah tidak melainkan hanya untuk mengetahui amal khusus yang di perbuat oleh si fulan. Si fulan berkata bahwa tidak ada amalan khusus yang dia amalkan, namun di dalam hatinya sama sekali tidak ada niat untuk menyakiti kaum muslimin, di hatinya tidak ada sama sekali rasa dengki ataupun benci. Lalu Abdullah berkata bahwa ini adalah amalan yang sangat luar biasa.

Betapa banyak dari kita yang telah melakukan salat dan berbagai amal ibadah namun ternyata dihati kita masih terdapat rasa dengki ataupun rasa untuk saling menyakiti, rasa untuk melakukan kecurangan, rasa untuk berbuat kejahatan, dan lain sebagainya. Menandakan bahwa ibadah kita selama ini sama sekali tidak berbekas di dalam hati kita, ibadah kita hanya sebatas gerakan. Bulanan Shalat mampu mencegah dari kemunkaran, namun kenapa kita masih berbuat kemungkaran?

Adalagi satu kisah yang diambil dari hadis sohih. Bahwasanya dahulu kala ada seorang yang berkata kepada Rasul : wahai Rasul, wanita itu rajin melakukan puasa, rajin melakukan salat malam, akan tetapi ia suka menyakiti tetangganya. Kemudian kata Rasul : Dia adalah ahli neraka.

Hati seseorang adalah bagaikan raja. Mata, telinga, tangan dan yang lainnya mengikuti rajanya. Jika rajanya baik, maka pasti bawahannya juga akan baik.

Rasulullah juga pernah bersabda :
“…Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad ini ada segumpal daging
إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ
apabila ia (segumpal daging) tersebut baik, baiklah seluruh jasadnya
وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ،
dan apabila ia (segumpal daging) tersebut rusak (buruk), maka rusaklah (buruklah) seluruh jasadnya.
أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
Ketahuilah, segumpal daging tersebut adalah hati”
[HR al Bukhari (1/28 no. 52), Muslim (3/1219 no. 1599), dan lain-lain, dari hadits an Nu’man bin Basyir -radhiyallahu ‘anhuma-]

Mari kita lihat konsekuensi jika hati seseorang tetap menjadi hitam dan keras :
ôs)s9ur $tRù&usŒ zO¨YygyfÏ9 #ZŽÏWŸ2 šÆÏiB Çd`Ågø:$# ħRM}$#ur ( öNçlm; Ò>qè=è% žw šcqßgs)øÿtƒ $pkÍ5 öNçlm;ur ×ûãüôãr& žw tbrçŽÅÇö7ム$pkÍ5 öNçlm;ur ×b#sŒ#uä žw tbqãèuKó¡o !$pkÍ5 4 y7Í´¯»s9'ré& ÉO»yè÷RF{$%x. ö@t/ öNèd @|Êr& 4 y7Í´¯»s9'ré& ãNèd šcqè=Ïÿ»tóø9$# ÇÊÐÒÈ  
179. dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.